Barisan Simpati
Bhaskara? . . .
Mungkin belum banyak yang tau, kalau di Jogakarta
ada sekelompok anak muda yang gemar berkonvoi menggunakan kendaraan
roda dua. Mereka terus menjadi buah bibir karena mampu memeriahkan
kampanye dan
acara akbar PAN lainnya di kota Gudeg itu. Kelompok nyentrik yang
lebih dikenal dengan Barisan Simpati Bhaskara ini dibentuk untuk
mencari simpati dan dukungan kaum muda dengan kampanye damai.
Wal hasil, cara ini ternyata cukup efektif mempopulerkan
bahkan ikut mengangkat
citra PAN dalam Pemilu 1999.
Mau tau profil dan prestasi mereka? Simak tulisan Muhammad
Ali Fahmi, SE, Ketua DPC PAN Kotagede Yogyakarta tempat dimana
Barisan Simpati Bhaskara itu terlahir.
Bagi
Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Barisan Simpati
Bhaskara merupakan kebanggaan yang tidak mudah tergantikan. Sepeda
motor dan atribut lengkap secara rapi dan tertib, berbaju seragam
putih biru, menari diatas motor, namun tidak mengganggu para pengguna
jalan. Itulah ciri barisan ini. Konsep awal berdirinya Barisan
Simpati PAN adalah dengan cara mengubah image kampanye konvoi
kendaraan bermotor pada penyelenggaraan pemilu di Indonesia sebelum
masa reformasi yang terkesan tidak tertib, menakutkan, brutal
dan provokativ. Nah, sejak dideklarasikan PAN pada 23 Agustus
1998, di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta berdirilah Barisan
Simpati Bhaskara yang berkomitmen mendukung penuh pemenangan serta
menjunjung tinggi citra PAN yang berakar pada moral, agama, kemanusiaan
dan kemajemukan melalui atraksi tersebut.
Perjalanan
Bhaskara sebagai Barisan Simpati PAN Kotagede Yogyakarta yang
beranggotakan sekitar 500 (lima ratus) orang lebih kader BM PAN,
dengan gerakan atraktif siatas sepeda motor dan dipadu dengan
raungan irama suara kenalpot yang dinamis telah mampu mengundang
simpati dari berbagai elemen, baik: masyarakat yang terdiri dari
anak-anak sampai dengan orang tua, pengguna jalan maupun pihak
aparat keamanan yang tidak perlu repot-repot mengatur lalu lintas,
karena Barisan Simpati sudah dapat mengatur sendiri dan juga menaati
peraturan lalulintas di jalan.
Selama
berkampanye di jalan inilah, banyak masyarakat yang menonton dan
memberikan applaus kepada Barisan Simpati sehingga secara langsung
maupun tidak langsung akan berperan besar dalam pemenangan PAN
kedepan. Di seluruh Yogyakarta telah berdiri Barisan Simpati PAN
lebih dari 150 kelompok barisan yang berperan aktif untuk membesarkan
PAN. Hal ini terbukti dengan perolehan suara PAN di Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY) pada pemilu 2004 mencapai 20% suara dan menjadi
pemenang kedua setelah PDIP.
Pada
pemilu 2009 di DIY, PAN menargetkan menjadi pemenang Pemilu sehingga
harus bekerja keras turut serta melibatkan Barisan Simpati-nya.
Khusus di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta sebagai basis PAN
dan sudah tentu dengan dukungan penuh dari Barisan Simpati Bhaskara,
Pan mampu menjadi pemenang pemilu dengan perolehan lebih dari
33% suara.
Selama
hampir 10 tahun ini, Bhaskara telah melakukan muhibah dengan konvoi
simpatik ke seluruh DIY, Klaten, Solo, Magelang dan pernah ke
Semarang Jawa Tengah berhasil menjadi juara 1 dalam lomba Barisan
Simpati se-Jawa dan Bali dalam rangka menyemarakkan HUT PAN ke-3
tahun 2001. selain itu, selama Konggres I PAN di Yogyakarta tahun
2000 dan Konggres II PAN di Semarang tahun 2005 barisan ini berperan
aktif ikut menyemarakkan acara. Setelah kampaye Pemilu Legislatif
berakhir, Barisan Simpati mestinya dapat disalurkan ide dan tenaganya
dalam Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) dengan menyelenggarakan
perkaderan berjenjang, sarasehan, dialog dan kegiatan-kegiatan
positif yang mendukung pemenangan PAN karena kader muda merupakan
aset besar bagi PAN untuk menjadi kader PAN yang berkemampuan
tinggi, loyal dan tangguh.
Sejak
pertama kali didirikan, Barisan Simpati Bhaskara mengeluarkan
Kartu Tanda Anggota dan mempunyai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah
Tangga (AD/ART) Bhaskara serta telah banyak memberikan inspirasi
bagi daerah lain untuk ikut mendirikan Barisan Simpati. Selain
di DIY, banyak pengurus PAN luar DIY yang datang untuk mengetahui
lebih dekat tentang Bhaskara, misalnya dari Solo, Cirebon, Bekasi,
Bandung bahkan pada tahun 2005 yang lalu beberapa pengurus DPW
PAN Kalimantan Timur secara khusus datang untuk silaturahmi dan
mendengarkan presentasi daari pengurus Bhaskara Kotagede. Hal
tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan dikirimnya dua orang
pengurus inti Bhaskara ke Kalimantan Timur pada tahun 2006 untuk
memberikan pelatihan teknik dan pendirian Barisan Simpati di Kaltim,
mengingat di Kaltim banyak potensi BM PAN yang perlu dikembangkan
untuk mendukung pemenangan PAN. Semakin banyak Barisan Simpati
yang berdiri, akan semakin memberdayakan potensi kader muda PAN
dan semakin bertambah generasi muda yang bergabung ke Barisan
Simpati maupun PAN sehingga PAN di daerah-daerah dapat lebih maksimal
meraih suara dari generasi muda serta para pemilih pemula. Semoga
di seluruh DPW PAN se-Indonesia mulai saat ini berrdiri Barisan
Simpati dengan mengandalkan peran dari Barisan Muda Penegak Amanat
Nasional (BM PAN) di daerah setempat. Insya Allah dengan dukungan
Barisan Simpati dan BM PAN, PAN akan semakin meraih simpati dari
masyarakat luas.Amien..
BM
PAN PERKASA, PAN MENANG, RAKYAT MAKMUR !